Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Ciri-Ciri Produk yang menggunakan Suatu Proses Bioteknologi

Dalam batasan pengertian bioteknologi, ada beberapa ciri dari suatu proses bioteknologi. Ciri-ciri tersebut sebagai berikut.

  1. Adanya agen biologi yang dipergunakan. Agen biologi yang dipergunakan ini tidak hanya dalam bentuk fisik yang dipanen, namun juga termasuk di dalamnya adalah hasil metabolit sekunder atau enzim yang dihasilkan
  2. Penggunaan agen biologi dilakukan dengan suatu cara atau metode tertentu.
  3. Adanya produk turunan atau jasa yang dipakai dari proses penggunaan agen biologi tersebut



Keanekaragaman Jenis Angiospermae dan Perbedaan Dikotil dan Monokotil

 1. Kelas Monocotyledonae/Monokotil

Ciri utama tumbuhan monokotil adalah:

  • Akar berbentuk serabut
  • Batang beruas-ruas
  • Tidak berkambium
  • Pertulangan daun sejajar atau melengkung
  • Bagian-bagian bunga berjumlah tiga atau kelipatannya
  • Memiliki satu kotiledon/keping lembaga. 

Beberapa contoh famili dalam kelas monokotil adalah sebagai berikut.

  1. Liliaceae, contohnya Lilium longiflorum (lilia gereja), Gloria superba (kembang telang).
  2. Amaryllidaceae, contohnya Agave sisalana (si- sal), Agave cantala (kantala).
  3. Poaceae, contohnya Oryza sativa (padi), Zea mays (jagung), Andropogon sorghum (cantel), Panicum milliaceum (jewawut).
  4. Zingiberaceae, contohnya Zingiber officinale (jahe), Curcuma domestica (kunyit), Alpinia galanga (laos), Kaempferia galanga (kencur).
  5. Musaceae, contohnya Musa paradisiaca (pisang), Musa textiles (pisang manila).
  6. Orchidaceae, contohnya Phalaenopsis amabilis (anggrek bulan), Dendrobium phalaenopsis.
  7. Arecaceae, contohnya Cocos nucifera (kelapa), Arenga pinata (aren), Areca catechu (pinang), Elaeis guinensis (kelapa sawit).
  8. Araceae, contohnya Colocasia esculenta (talas), Xanthosoma violaceum (bentul), Alocasia macroriza (sente).

Ciri Umum Angiospermae dan Siklus Hidup Angisopermae

Ciri Umum Angiospermae dan Siklus Hidup Angisopermae

Ciri Umum Angiospermae

  • Memiliki bakal biji tertutup di mana bakal bijinya selalu diselubungi oleh suatu badan yang berasal dari daun-daun buah yang dinamakan bakal buah
  • Sebagian besar tumbuhan anggota Angiospermae batangnya berkayu. 
  • Beberapa tumbuhan dalam kelompok ini berupa herba dan berbatang basah. 
  • Ada yang mengalami pertumbuhan sekunder pada batang karena berkambium
  • Sebagian yang lain batang tidak mengalami pertumbuhan sekunder karena tidak berkambium. 
  • Memiliki pertulangan daun menjari, sejajar, dan atau menyirip


Siklus Hidup Angisopermae

  1. Ciri-ciri Angiospermae adalah tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) di mana bakal bijinya selalu diselubungi oleh suatu badan yang berasal dari daun-daun buah yang dinamakan bakal buah.
  2. Bakal buah bersama dengan bagian-bagian lain dari bunga akan membentuk buah dengan biji di dalamnya. 
  3. Bakal buah (ovarium) terdapat di dasar putik, di dalamnya mengandung bakal biji (ovulum). 
  4. Setelah serbuk sari jatuh di kepala putik, terbentuklah buluh serbuk sari. 
  5. Kemudian generatif akan membuahi sel telur membentuk zigot. 
  6. Akhirnya di dalam biji mengandung calon individu baru beserta endosperm yang akan melanjutkan generasi tumbuhan tetuanya.



Referensi

Subardi, Nuryani, Shidiq Pramono. 2009. BIOLOGI Untuk Kelas X SMA dan MA. Pusat Perbukuan : Departemen Pendidikan Nasional

Anshori, Djoko Martono. 2009. BIOLOGI untuk Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) - Madrasah Aliah (MA). Pusat Perbukuan: Departemen Pendidikan Nasional.


Klasifikasi Gymnospermae dan Reproduksi Gymnospermae

1. Kelas Cycadinae

  • Memiliki mirip pohon palem, berbatang pendek, kaku, tidak bercabang
  • Daun-daun tersusun dalam spiral rapat sekeliling batang, daun yang masih muda menggulung.
  • Alat perkembangbiakan terdapat dalam runjung yang berkembang dari kuncup lateral batang. Runjung jantan biasanya lebih kurus dan panjang daripada runjung betina. 
  • Runjung jantan merupakan kumpulan dari banyak mikrosporofil, dan runjung betina merupakan kumpulan dari banyak megasporofil.

Ciri Umum Tumbuhan Gymnospermae

Ciri Umum Tumbuhan Gymnospermae

  1. Tumbuhan yang tergolong dalam Gymnospermae biasanya berupa pohon atau kadang perdu
  2. Menunjukkan adanya pertumbuhan menebal sekunder karena adanya kambium. 
  3. Pada bagian xylem tidak terdapat pembuluh kayu, hanya trakeid
  4. Bagian floem tidak mengandung sel pengiring. 
  5. Batang tumbuhan Gymnosperame juga tanpa floeterma, kecuali pada Gnetum gnemon. 
  6. Bentuk daunnya berupa jarum atau juga pipih lebar. 
  7. Memiliki akar tunggang. 
  8. Bunga yang sebenarnya belum ada, namun memiliki struktur penghasil sel kelamin berupa mikrosporofil dan makrosporofil yang terkumpul dalam strobilus (runjung).
  9. Bakal bijinya terdapat di luar permukaan megasporofil/makrosporofil 

Strobilus


Referensi

Subardi, Nuryani, Shidiq Pramono. 2009. BIOLOGI Untuk Kelas X SMA dan MA. Pusat Perbukuan : Departemen Pendidikan Nasional

Anshori, Djoko Martono. 2009. BIOLOGI untuk Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) - Madrasah Aliah (MA). Pusat Perbukuan: Departemen Pendidikan Nasional.

Metagenesis Tumbuhan Paku


Menurut spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dibedakan menjadi 3 kelompok

1. Tumbuhan paku homospor

Tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran sama tidak dapat dibedakan jenisnya antara spora jantan atau spora betina. Contohnya Lycopodium clavatum (paku kawat).

Reproduksi Tumbuhan Paku

Siklus hidup Tumbuhan Paku

  1. Gametofitnya dinamakan protalium yang merupakan hasil perkecambahan spora haploid
  2. Bentuk protalium menyerupai jantung, berwarna hijau, melekat pada substrat dengan menggunakan rizoid
  3. Protalium menghasilkan spora 
  4. Generasi sporofit berupa tumbuhan paku. 
  5. Dalam suatu protalium akan dibentuk arkegonium (badan penghasil ovum) dan anteridium (badan penghasil spermatozoid). 

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik